top of page

Menulis Novel dengan Metode Snowflake

Bingung mencari metode menulis novel yang cocok untuk kawan Aksaraya? Mungkin metode snowflake bisa kalian coba.


Metode snowflake membuatmu lebih fokus dalam menulis novel.

Menulis novel berbeda dengan membuat jenis tulisan sastra lainnya. Menulis novel jauh lebih kompleks, rumit, susah, dan membutuhkan waktu yang lama. Seorang penulis dapat menyelesaikan sebuah naskah novel dalam waktu sebulan, beberapa bulan, setahun, bahkan lebih. Namun jika proses dan langkah-langkah penulisan novel dapat dipahami dengan baik, maka seorang penulis dapat menyelesaikan naskah sebuah novel hanya dalam waktu sebulan bahkan kurang dari itu.


Saat ini ada beragam metode menulis novel yang diajarkan maupun digunakan oleh para penulis profesional. Dari sekian banyak metode, ada satu metode menulis novel yang sangat populer dan banyak digunakan oleh para penulis profesional maupun penulis pemula. Metode ini dianggap sebagai metode yang paling mudah diajarkan dan paling mudah digunakan, bahkan oleh penulis pemula sekalipun. Metode tersebut bernama snowflake.


Menurut informasi, metode ini diciptakan oleh Randy Ingermanson. Tidak jelas apa sebenarnya makna dari snowflake (butiran salju) tersebut. Masalah penamaan snowflake tidak akan dibahas lebih jauh di sini. Materi ini hanya membahas apa dan bagaimana metode snowflake digunakan dalam menulis novel. Sebelum masuk pada materi utama, saya akan merinci bagian-bagian utama di dalam sebuah novel. Bagian-bagian tersebut antara lain:


  1. tokoh dan penokohan,

  2. alur/plot,

  3. setting,

  4. sudut pandang penulisan.


Keempat bagian utama di atas umumnya terdapat dalam sebuah novel. Jika salah satu saja tidak ada, maka novel akan menjadi kurang sempurna bahkan sulit dimengerti oleh pembaca. Dengan menggunakan metode snowflake, keempat bagian utama tersebut disusun secara tahap-demi tahap dan detail. Pada dasarnya, penulisan novel dengan menggunakan metode snowflake dibagi ke dalam empat tahap. Keempat tahapan tersebut akan dijelaskan di bawah ini.


A. Penulisan Logline

Tahap pertama dalam menulis novel dengan metode snowflake adalah menulis logline. Logline adalah intisari cerita novel yang akan ditulis dan terkadang dianggap sebagai sinopsis tersingkat dari sebuah novel. Logline hanya berisi satu hingga dua kalimat yang menjekaskan karakter, tujuan dan halangan yang akan dialami tokoh utama di dalam novel yang akan Anda buat. Pada beberapa metode lain, logline sering disebut premis. Untuk lebih jelasnya, perhatikan dua contoh logline dari novel Negeri 5 Menara dan Perahu Kertas ini.


Negeri 5 Menara:

Alif ingin masuk SMA agar bisa kuliah dan menjadi insinyur teknik, namun Ibunya menyuruh dia masuk pesantren dan menjadi pendakwah.


Perahu Kertas:

Kugy dan Keenan ingin meraih impian masing-masing namun harus menempuh jalan memutar dengan melakukan pekerjaan lain.


Jika Anda pernah membaca kedua novel di atas, maka Anda akan tahu bahwa keseluruhan novel Negeri 5 Menara dan Perahu Kertas hanya berisi penjelasan cerita yang terdapat di dalam logline di atas. Sekarang, coba ingat kembali novel apa saja yang telah Anda baca, kemudian cobalah menulis logline dari masing-masing novel tersebut. Dengan begitu Anda akan mengetahui bahwa sebuah novel yang sangat tebal pun sebenarnya diawali dengan logline yang hanya terdiri dari satu atau dua kalimat.


B. Penulisan Sinopsis

Setelah Anda membuat logline, berarti Anda telah tahu siapa tokoh utama di dalam novel Anda, hal apa yang menjadi tujuan atau ingin diraihnya di dalam novel, dan apa halangan yang akan dialami oleh karakter utama. Tahap selanjutnya adalah menulis sinopsis dari novel yang akan Anda buat. Namun, sebelum mulai menulis sinopsis, buatlah garis cerita seperti di bawah ini terlebih dahulu.


Tahap I Tahap II Tahap III

Pembuka Petualangan Penutup


Buatlah sebuah garis lurus seperti d atas, kemudian bagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama disebut sebagai tahap I. bagian ini berisi pembukaan novel. Pada tahap I inilah semua tokoh, plot/latar dan dunia di dalam novel Anda perkenalkan kepada pembaca. Bagian kedua dan ketiga digabung menjadi satu, menjadi tahap II. Tahap ini berisi petualangan, konflik dan hal inti lainnya di dalam cerita novel. Jika Anda bertanya kenapa tahap II lebih panjang daripada tahap I dan III, itu karena umumnya petualangan karakter dalam novel menyita jumlah halaman yang lebih banyak. Terkahir adalah tahap III yang berisi penutup, klimaks atau jalan keluar dari masalah yang dialami oleh tokoh utama.


Setelah garis cerita selesai, maka tugas Anda selanjutnya adalah membagi masing-masing tahap ke dalam beberapa bab. Contohnya, tahap I novel Anda akan dibagi menjadi 3 bab, tahap II menjadi 6 bab, lalu tahap III menjadi 3 bab. Maka novel Anda akan ditulis dalam 12 bab. Pembagian bab ini terserah pada selera Anda masing-masing. Setelah mengetahui jumlah bab, selanjutnya buatlah penjelasan atau sinopsis mengenai masing-masing bab. Perhatikan contoh di bawah ini!


Bab I

Zaki terbangun di sebuah toilet, namun dia merasa aneh karena toilet tersebut beberapa kali berguncang seolah ada gempa. Saat ke luar dari toilet, Zaki baru menyadari bahwa sebenarnya dia sedang berada di sebuah pesawat yang sedang terbang menuju Jakarta. Zaki tidak ingat kenapa bisa berada di dalam pesawat ini, untuk keperluan apa dia kejakarta dan yang lebih penting lagi, dia tidak ingat identitas dirinya sendiri.


Bab II

Melalui ponsel yang dia temukan di dalam saku celana, Zaki menemukan sedikit petunjuk mengenai identitas diri dan keperluan apa dia ke Jakarta. Namun misteri semakin bertambah karena Zaki menemukan logo tengkorak merah di ponselnya. Logo yang sama diatemukan pula pada sebuah tas yang berada di penyimpanan kabin yang berada di atas kursi pesawat yang dia duduki. Setumpuk uang dollar Amerika ditemukan di dalam tas. Apakah itu uang Zaki.


Contoh di atas merupakan contoh sinopsis bab I dan bab II. Jika Anda ingin menulis novel dengan lengkap, maka buatlah sinopsis dari semua bab yang akan Anda tulis. Tulislah sinopsis masing-masing bab dalam 1 atau 2 paragraf. Jika sinopsis semua bab telah selesai, berarti sinopsis lengkap novel Anda telah selesai. Penulisan sinopsis masing-masing bab ini akan berguna saat menulis novel nanti, karena Anda hanya tinggal mengembangkan gagasan yang telah ada dalam sinopsis.


C. Penulisan Tokoh dan Penokohan

Selanjutnya Anda akan membuat tokoh dan penokohan yang ada dalam novel. Pertama, buatlah daftar yang berisi semua tokoh dalam novel Anda, mulai dari tokoh utama hingga figuran. Setelah daftar tokoh selesai, buatlah diagram hubungan antartokoh. Diagram antartokoh akan membuat hubungan antara setiap tokoh dalam novel Anda menjadi jelas dan fokus. Sehingga, setiap tokoh akan jelas fungsinya di dalam cerita novel.


Setelah diagram antartokoh selesai, buatlah rincian penokohan di dalam novel. Penokohan berisi penjelasan fisik dan nonfisik dari masing-masing tokoh. Penjelasan tersebut seperti penjelasan sifat, cara bicara, kebiasaan, postur tubuh, ciri-ciri spesifik, hingga warna yang sering digunakan dalam berpakaian. Agar lebih jelas, perhatikan contoh rincian penokohan Zaki di bawah ini:


Nama: Zaki Irwansyah (26 tahun)

  1. Ciri-ciri fisik: Tinggi 173 cm, postur tubuh sedang, kulit kecoklatan, wajah sedikit berjerawat, rambut hitam dipotong pendek.

  2. Sifat: Pendiam, dingin (cool), memiliki rasa keingintahuan yang tinggi sehingga dia suka membaca dan mengamati hal-hal di sekitar, menguasai ilmu bela diri dan tidak suka di atur.

  3. Cara berpakaian: suka menggunakan busana kasual, seperti celana jeans dengan kemeja kotak-kotak atau kaus berkerah. Karena sifatnya pendiam dan cool, maka Zaki lebih cocok menggunakan warna biru yang gelap atau hitam untuk menambah kesan cool dan pendiam.

  4. Cara bicara: suka mengawali ucapannya dengan kalimat, ”Tunggu dulu” dan ”Coba pikirkan”.


Setelah melihat contoh penokohan di atas, kini buatlah perincian dari masing-masing tokoh di dalam novel Anda. Penokohan akan sangat berguna saat menulis novel. Penokohan ini akan membuat Anda mampu menjelaskan perbedaan masing-masing tokoh dengan baik dan terfokus. Setelah penulisan tokoh dan penokohan selesai, maka tinggal satu langkah lagi hingga Anda siap untuk menulis novel.


D. Penulisan Kerangka

Kerangka yang dimaksud adalah kerangka cerita novel. Kini kita balik sejenak ke tahap B, yaitu penulisan sinopsis. Ambil kembali sinopsis dari masing-masing bab yang telah Anda tulis. Pada tahap penulisan kerangka ini, kita akan menjelaskan lebih detil hal apa saja yang terjadi pada setiap bab. Pada dasarnya tahap ini sangat mudah dilakukan. Anda hanya menjelaskan detil informasi atau hal apa saja yang dilakukan karakter dalam setiap bab. Perhatikan kerangka di bawah ini!


Kerangka bab I

  1. Zaki merasa diantara keadaan sadar dan tidak sadar. Dia merasakan guncangan.

  2. Zaki terbangun, dia melihat sekeliling dan menyadari dirinya berada di dalam toilet.

  3. Zaki membasuh muka , lalu bercermin. Dia kebingungan, tidak menyadari siapa dirinya dan di toilet mana dia berada.

  4. Zaki keluar dari toilet, dia bertemu seorang perempuan cantik berpakaian rapi yang ternyatara pramugari. Dari pramugari Zaki tahu bahwa dia berada di pesawat menuju Jakarta.

  5. Zaki berjalan ke arah kabin. Dia bingung karena tidak tahu di mana kursi tempat dia duduk.

  6. Zaki bertanya pada pramugari tadi. Pramugari mengatakan bahwa tadi Zaki duduk di kursi 12 F.


Setelah kerangka bab I selesai, lanjutkan hingga bab II dan tuntaskan hingga bab terakhir. Jika seluruh kerangka telah selesai, maka Anda telah siap untuk menulis novel Anda. Dengan panduan kerangka novel, Anda tinggal menjelaskan kerangka setiap bab, menempatkan tokoh, menambah dialog, narasi dan detil lainnya. Karena Anda telah memiliki kerangka novel yang lengkap hingga akhir cerita, Anda dapat fokus dalam menulis dan dapat menyelesaikan penulisan novel dengan cepat.


Jika di tengah proses penulisan novel Anda ingin merubah cerita, tokoh atau menambah tokoh baru, Anda hanya perlu sedikit merombak daftar dan diagram tokoh, serta kerangka novel. Saya mulai menggunakan metode ini sejak tahun 2012 dan metode ini terbukti ampuh dalam mempercepat proses penulisan dan membuat saya fokus dalam


 
 
 

Comments


  • 1
  • 3
  • 2

© 2019 Aksaraya website. Proudly created by Aksaraya creative team.

bottom of page