top of page

Batman dan Ironman, Pahlawan yang (tidak) Super

Siapa bilang menjadi pahlawan super harus punya pakaian dan senjata super canggih, apalagi harus punya kekuatan super.


Batman dan Ironman, serupa tapi tak sama?

Bruce Wayne, seorang miliarder muda pewaris perusahaan Wayne Enterprise. Perusahaan tersebut fokus pada pembuatan dan pengembangan berbagai perangkat teknologi, mulai dari teknologi untuk kepentingan militer hingga penghasil energi. Di Gotham City, Bruce tinggal di kastil tua nan megah bersama asisten rumah tangganya yang setia, Alfred.


Tony Stark, seorang miliarder muda, pewaris perusahaan Stark Industries. Awalnya perusahaan tersebut memproduksi dan memasarkan senjata dan berbagai perangkat militer lainnya, namun kini hanya fokus pada pengembangan teknologi penghasil energi bersih yang ramah lingkungan. Tony tinggal di sebuah gedung (tower) di pusat Kota New York bersama kekasihnya, Pepper.


Meski berbeda, kedua tokoh di atas sama-sama memiliki identitas alternatif. Bruce Wayne adalah Batman, sementara Tony Stark adalah Ironman. Batman merupakan karakter komik ciptaan oleh Bob Kane dan berada di bawah naungan DC Comic, sedangkan Ironman adalah karakter komik di ciptaan Stan Lee serta berada di bawah naungan Marvel Comic. Pada versi komik dan film, Batman menggunakan pakaian berbahan Kevlar yang dominan berwarna hitam dan menampilkan sosok manusia kelelawar, sementara Ironman menggunakan pakaian berbahan campuran logam yang berwarna merah dan kuning serta menampilkan sosok robot yang gagah. Batman beroperasi di Gotham City, sebuah kota fiktif, sedangkan Ironman beroperasi di New York, kota yang benar-benar ada di dunia nyata.


Dari segi usia diterbitkan, Batman jauh lebih tua dibandingkan Ironman. Batman pertama kali tampil dalam seri Detective Comic edisi Mei 1939, berbeda dengan Ironman yang baru tampil pada seri Tales of Suspense edisi Maret 1963. Percayalah, tampilan Batman maupun Ironman pada masa itu jauh berbeda dengan yang terlihat sekarang di komik maupun film. Apa mereka terlihat berbeda? Jika diperhatikannya sekilas, maka jawabannya adalah ”ya”, namun jika ditelusuri lebih dalam, maka akan ditemukan satu jawaban yang baru, bahwa sebenarnya Batman dan Ironman itu sama. Maksudnya, bukan orang yang sama. Persamaan mendasar diantara kedua pahlawan super ini, yaitu sama-sama tidak memiliki kekuatan super, sama sekali.


Begini, coba lihat jajaran pahlawan super lainnya yang ada di DC Comic maupun Marvel Comic. Ada Superman, The Flash, Green Lantern dan yang lainnya. Semuanya memiliki kekuatan super. Superman bisa terbang, mampu melihat tembus pandang, dan matanya dapat memancarkan sinar laser. The Flash yang mampu berlari secepat kilat. Green Lantern memiliki kekuatan cincin keberanian dan dapat membentuk benda apapun dengan cincinnya. Ada pula Thor, Hulk, Captain Amerika dan yang lainnya. Thor adalah sosok Dewa dari Asgard, dengan godamnya dia mampu menghasilkan dan mengontrol petir. Hulk merupakan sosok raksasa hijau, tumbuhnya kebal terhadap serangan senjata apapun (kecuali nuklir, ya ngapain juga nuklir dilawan). Lalu Captain Amerika memiliki fisik super prima, hasil dari serum khusus yang disuntikkan ke tubuhnya.


Hei lihat, semua rekan mereka punya kekuatan super, hanya Batman dan Ironman yang tidak punya kekuatan super apapun. Tidak heran jika banyak pengamat komik yang menyamakan kedua karakter ini dan mengatakan bahwa Ironman adalah versi semi robotik dari Batman. Lalu kenapa Batman dan Ironman bisa disebut pahlawan super? Padahal tidak satupun kekuatan super yang mereka miliki. Jawabannya ada dua!

Pertama, teknologi. Dengan menggunakan teknologi, Bruce Wayne mampu menghasilkan pakaian tempur berbahan Kevlar dan anti peluru, mobil Batmobile, tank The Tumbler, sepeda motor Batpod dan pesawat The Bat. Tanpa semua teknologi canggih tersebut, Bruce Wayne hanyalah pria biasa yang mahir beladiri ninjutsu. Begitu pula dengan Tony Stark, dengan bantuan teknologi dia mampu menghasilkan baju tempur Ironman mulai dari Mark 1 hingga Mark sekian dan War Machine (disebut juga Iron Patriot). Tanpa teknologi tersebut, Tony Stark hanyalah seorang pria yang memiliki perusahaan penghasil dan penjual senjata.


Apakah mereka langsung menjadi pahlawan super karena peragkat dan teknologi yang mereka gunakan? Tidak, tidak sesederhana itu Ferguso. Bagaimana jika orang lain yang menggunakan perangkat tersebut? Apakah orang lain tersebut bisa menjadi pahlawan super juga? Belum tentu! Sadarkah kita, bahwa yang super dari kedua pahlawan super ini bukanlah kekuatan ataupun perangkat berteknologi canggih mereka gunakan, namun sikap dan mental mereka.

Inilah jawaban kedua, sikap dan mental.


Bruce Wayne (Batman) dan Tony Stark (Ironman) sebenarnya sosok yang tidak jauh berbeda dengan kita, bahkan mungkin lebih parah dari kita. Bruce Wayne adalah anak yatim-piatu, kedua orangtuanya dibunuh oleh penodong di depan matanya sendiri saat dia masih kecil. Di masa kecilnya Bruce lebih senang menyendiri dan mengurung diri di rumah, dia tidak memiliki banyak teman, bahkan jumlah orang terdekatnya dapat dihitung dengan jari. Bruce orang yang frustatif, pasca kematian wanita yang dicintainya (di film The Dark Night) dia memutuskan untuk berhenti menjadi Batman dan memulai hidup baru yang suram, yaitu dengan mengurung diri di kastil megahnya selama delapan tahun.


Satu-satunya hal terbaik yang dia alami dalam hidupnya adalah karena dia mewarisi kekayaan dan seluruh perusahaan milik ayahnya. Hal tersebut membuat Bruce menjadi miliyarder muda di Kota Gotham. Akan tetapi, kekayaan tersebut malah menambah beberapa sifat buruk lagi untuk Bruce. Dia menjadi orang yang suka pamer, gemar berfoya-foya bahkan playboy. Namun Bruce juga punya sisi positif, dia orang yang jenius dalam hal teknologi persenjataan dan teknik investigasi.


Tidak jauh berbeda dengan Tony Stark (Ironman). Pada film maupun komik tidak begitu dijelaskan bagaimana masa kecil Tony, hanya saja diketahui bahwa ayahnya meninggal karena kecelakaan pesawat, di film diceritakan kedua orangtuanya dibunuh Winter Soldier/White Wolf. Tony merupakan insinyur jenius yang mahir merakit mesin, software dan senjata. Kecerdasan dan kejeniusan yang dia miliki merupakan warisan dari ayahnya, Howard Stark. Sayangnya kekayaan yang Tony raih membuat dia memiliki sifat buruk yang hampir sama dengan Bruce. Tony senang berpesta, foya-foya, playboy dan sangat lihai merayu wanita. Ditambah lagi dengan sifat narsistiknya yang senang membanggakan diri sendiri, egois, senang bekerja sendiri dan menganggap dirinya lebih hebat daripada orang lain.


Hei, coba lihat! Sifat dasar mereka tidak jauh berbeda dengan sifat kita di keseharian, bahkan mungkin mereka memiliki lebih banyak daripada sifat buruk daripada kita. Lalu kenapa mereka bisa menjadi pahlawan super? Itu dia, karena sikap dan mental mereka. Bruce dan Tony sama-sama menemukan momentum perubahan yang membuat mereka sadar, membuat mereka berubah. Ya, sebut saja momen untuk hijrah ke arah yang lebih baik.


Momen perubahan Bruce terjadi saat dia menyadari bahwa pembunuh orangtuanya telah bebas dari hukuman pengadilan yang menurutnya sangat ringan untuk pelaku pembunuhan. Bruce beranggapan bahwa birokrasi dan hukum buatan manusia tidak bisa memberi keadilan baginya. Dia frustasi, hingga akhirnya dia melarikan diri dan belajar ilmu ninjutsu pada Ras Al Ghul. Melalui Ras Al Ghul, Bruce belajar menghadapi rasa takutnya, terutama ketakutan terhadap kelelawar. Setelah itu, Bruce kembali ke Kota Gotham dan memutuskan untuk menumpas kejahatan dengan caranya sendiri, dengan menjadi sosok manusia kelelawar, sosok yang sebenarnya dulu dia takuti, namun kini menjadi identitas alternatifnya.


Momen yang berbeda dialami oleh Tony. Seusai melakukan uji coba roket terbaru buatan perusahaannya di hadapan petinggi militer Amerika, iring-iringan Tony ditembak dengan roket dan Tony diculik kelompok teroris. Kehidupan Tony harus bergantung pada kumparan elektromagnet yang ada di dadanya. Kumparan tersebut mencegah serpihan roket masuk dan menusuk jantungnya. Selama masa penculikan Tony dipaksa untuk membuat roket bagi kepentingan teroris. Saat itu Tony menyadari bahwa perusahaan yang dia bangun telah menyulut banyak perang. Kekayaan yang dia miliki selama ini sebenarnya berasal dari penderitaan orang-orang yang mengalami perang. Setelah lepas dari para penculik, Tony mengubah haluan perusahaannya menjadi industri penghasil energi bersih dan dia membangun pakaian tempur Ironman untuk menumpas teroris dan penjahat yang mengancam perdamaian dunia.


Jadi, hal apa yang sebenarnya membuat Bruce dan Tony menjadi pahlawan super? Tentu saja jawaban utama adalah sikap dan mental mereka. Hal tersebut ditunjang dengan penggunaan perangkat teknologi yang canggih. Lantas, apakah tanpa perangkat tersebut Bruce dan Tony tidak bisa menjadi pahlawan super? Tentu saja bisa! Lihatlah bagaimana Bruce menghentikan aksi pembunuhan terhadap Komisaris Gordon tanpa menggunakan kostum Batman maupun peralatan canggih lainnya. Lihat pula bagaimana Tony mampu mengalihkan perhatian para teroris hanya dengan menggunakan setelan jas dan kata-katanya yang menantang. Kapanpun dan di manapun kedua orang ini berada, baik tanpa ataupun dengan menggunakan peralatan canggih, mereka tetap pahlawan super. Di dalam hati, mereka tetap menyimpan sikap dan mental layaknya pahlawan super yang ingin membantu sesama.


Apa yang ingin disampaikan para kreator kedua tokoh tadi? Mereka ingin mengatakan bahwa siapa saja, baik memiliki maupun tidak memiliki kekuatan super, dengan ataupun tanpa perangkat berteknologi canggih, kita sebenarnya bisa menjadi pahlawan ”super” dalam kehidupan nyata. Pada film The Dark Night Rises diceritakan bahwa ada seorang pemuda bernama John ”Robin” Blake yang memiliki sikap dan mental yang sama dengan Bruce, sama-sama ingin mengabdikan diri untuk memerangi kejahatan. Begitu pula dalam film Ironman 2, seorang kolonel militer Amerika yang bernama Rhodes juga memiliki sikap dan mental yang sama dengan Tony. Rhodes ingin mengabdikan diri untuk menjaga keamanan negaranya dan perdamaian dunia.


Kedua orang tersebut, John Blake dan Rhodes dinilai memiliki sikap dan mental seorang pahlawan. Pada akhir cerita The Dark Night Rises, Bruce mewariskan ”kunci” bat cave (lengkap dengan seluruh teknologi dan peraltan tempur Batman yang tersimpan di sana) kepada John, dengan tujuan agar dialah orang selanjutnya yang menjalankan tugas sebagai Batman, menjaga keamanan Kota Gotham. Begitu pula dengan Rhodes, Tony menilai dia layak untuk dipercaya, oleh karena itu Tony memodifikasi baju tempur Mark 2 dan memberikannya pada Rhodes. Di tangan Rhodes, baju tempur yang diberi nama War Machine (Iron Partiot) itu digunakan untuk menjaga keamanan Presiden Amerika dan seluruh negarannya.


Antara Batman dan Ironman. Sebenarnya hal terpenting untuk menjadi seorang pahlawan adalah sikap dan mental. Sikap dan mental untuk mau peduli dan mau menolong sesama, dimulai dari hal yang paling kecil. Saya jadi teringat pada iklan acara Kick Andy di Metro TV. Pada iklan itu digambarkan bahwa pahlawan berkostum hanya ada dalam komik, sementara pahlawan yang sebenarnya di dunia nyata ada di antara kita. Tidak peduli siapapun kita, sekalipun tidak berkostum, tanpa kekuatan super bahkan tidak memiliki teknologi canggih sekalipun, sebenarnya kita bisa menjadi pahlwan, asalkan kita memiliki sikap dan mental yang tepat untuk menjadi pahlawan.


Comments


  • 1
  • 3
  • 2

© 2019 Aksaraya website. Proudly created by Aksaraya creative team.

bottom of page